2. Kelebihan
Meski ukurannya besar, masker ini memiliki teknologi canggih perlindungan tinggi dan memberikan udara segar yang sudah tersaring dengan baik.
Masker ini juga memiliki kemampuan untuk menyaring 99,97 persen partikel, dengan ukuran mencapai 0,3 mikro. Bisa menghasilkan hingga 230 liter per menit yang bisa mengalir selama 9 jam.
Dengan bentuk yang transparan, bisa membuat transmisi suara yang jernih sehingga memudahkan untuk berkomunikasi. Masker berbahan latex-free ini juga nyaman untuk dipakai, tidak membuat kacamata berkabut, meskipun masker menutup rapat sebagian wajah penggunanya. Tak hanya itu, masker juga mudah dibersihkan untuk digunakan kembali.
Masker ini diprioritaskan untuk para tim medis yang diharuskan menggunakan alat pelindung diri (apd) yang lengkap. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan perlindungannya.
“Sebagian besar tim medis diharuskan untuk menggunakan APD. Dalam hal ini, pihak rumah sakit dan lembaga perlu meninjau kembali aksesibilitas apd untuk meningkatkan keamanan, perlindungan, kenyamanan penggunanya,” kata Professor of Global Biosecurity Kirby Institute sekaligus kepala NHMRC Centre for Research Excellence, Integrated System for Epidemic Response (ISER), Prof Raina MacIntyre.
3. Harga masker
Dilengkapi dengan teknologi yang canggih, tentu saja masker jenis ini dibanderol dengan harga yang tidak murah. Melansir dari data Fisher Scientific, masker buatan Clean Space Technology ini dibanderol dengan harga sekitar SGD 2.133 atau setara Rp22 juta lebih. (dtk/ysp)


