
Selain Rais Aam PBNU, pria kelahiran Surabaya, 1 Januari 1953 ini merupakan Pengasuh di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.
Miftachul Akhyar pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya 2000-2005.
Lalu Rais Syuriah PWNU Jatim 2007-2013, 2013-2018, dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020. Selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.
Miftachul Akhyar pernah nyantri di Pondok Tambak Beras, pondok Sidogiri, Pondok Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti majelis taklim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.
A.M Romli mengatakan, pelaksanaan Munas akan menerapkan protokol kesehatan.
Nantinya, kegiatan Munas akan dihadiri oleh 350 orang, terdiri atas utusan pengurus MUI di tingkat wilayah atau provinsi, lalu ketua pimpinan harian MUI, ketua Dewan Pertimbangan MUI, wakil dan sekertaris MUI, utusan ormas, perguruan tinggi, pesantren dan para ketua komisi dan sekertaris komisi MUI.


