Reses ke Desa Tugujaya Cigombong, Erni Sugiyanti Serap Aspirasi Warga 

0
145
Erni-Sugiyanti
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Erni Sugiyanti, menggelar reses III tahun sidang 2019-2020 di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2020).
Erni-Sugiyanti
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi PKB Erni Sugiyanti, saat reses III tahun sidang 2019-2020 di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Erni Sugiyanti, menggelar reses III tahun sidang 2019-2020 di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2020).

Berlokasi di kantor desa Tugujaya, Erni disambut langsung oleh kepala desa Tugujaya, Muhammad Rifqi Abdillah. Rifqi pun mengutarakan beberapa aspirasi yang memang menjadi kebutuhan warga desanya.

“Tadi kita sudah menyampaikan sekarang musim kemarau di Desa Tugujaya ini, ada sekitar 4 RW kekeringan, ini masalah tahunan, dari sekian tahun ini belum ada solusi, semoga dengan kunjungan teh Erni ke desa Tugujaya ini, mudah-mudahan keluhan-keluhan desa ini yang tidak didengar oleh pemerintah bisa disampaikan lewat teh Erni,” ujar Rifqi.

hal yang paling dibutuhkan di Desa Tugujaya ini adalah sumur bor atau pengambilan air di gunung Salak dengan pipanisasi. “Panjang pipanisasinya sekitar 20 kilometer, dulu sudah ada pipanisasi tapi sekarang tidak berjalan, kita butuh perbaikan pipanisasi tersebut karena sudah banyak yang rusak,” Tutur Rifqi.

Erni Sugiyanti pun menjelaskan, kedatangannya ke Desa Tugujaya sebagai desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi adalah ingin mengetahui sejauh mana kondisi desa yang ada di perbatasan,  karena dari pengalamannya selama ini desa yang lokasinya berada diperbatasan antar daerah itu kurang terperhatikan oleh pemerintah.

“Menurut saya penting melihat situasi disini apalagi kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, tetapi memang melalui gerakan masyarakat dan keinginan bupati, masyarakat masih agak sulit untuk mematuhi protokol kesehatan seperti ketika keluar rumah harus menggunakan  masker, sehingga kades harus rajin-rajing mengingatkan masyarakatnya,” imbuh Erni.