Menkes Data Pengunjung Kelab Malam yang Bertemu dengan Warga Jepang

0
153
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengklaim, sudah mengantongi data orang-orang yang berada di sebuah club malam, tempat di mana perempuan berusia 31 tahun asal Depok yang terinfeksi virus corona dan pria warga negara asing (WNA) asal Jepang melakukan pertemuan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengklaim, sudah mengantongi data orang-orang yang berada di sebuah club malam, tempat di mana perempuan berusia 31 tahun asal Depok yang terinfeksi virus corona dan pria warga negara asing (WNA) asal Jepang melakukan pertemuan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengklaim, sudah mengantongi data orang-orang yang berada di sebuah club malam, tempat di mana perempuan berusia 31 tahun asal Depok yang terinfeksi virus corona dan pria warga negara asing (WNA) asal Jepang melakukan pertemuan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengklaim, sudah mengantongi data orang-orang yang berada di sebuah club malam, tempat di mana perempuan berusia 31 tahun asal Depok yang terinfeksi virus corona dan pria warga negara asing (WNA) asal Jepang melakukan pertemuan.

“Di klub dansa itu kan ada banyak orang, pemerintah udah punya data siapa aja yang di sana.  Langkahnya, ya di data yang waktu itu siapa ke mana, diumumkan juga siapa yang merasa pada waktu itu di klub itu kemudian ada keluhan apa. Kalau nggak ada keluhan ya nggak masalah,”  kata Terawan di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3).

Kendati demikian, Terawan enggan membeberkan lokasi club malam itu. Namun dia memastikan awal mula terjangkitnya virus korona saat perempuan warga Depok, Jawa Barat berdansa dengan WNA asal Jepang.

“Saya kalo daerahnya enggak tahu. Tapi di klub dansa kemudian dia memang teman dekat, yang orang Indonesia pintar dansa, lalu yang orang Jepang menelepon, kalau enggak dekat, enggak mungkin dia ditelepon,” ucap Terawan.

Kendati demikian, Terawan memastikan tidak semua yang berkontak fisik dengan orang yang terinfeksi korona akan jatuh sakit. Hal itu tergantung pada kondisi fisiknya.

“Tidak semua orang kontak itu menjadi sakit atau positif corona. Itu yang harus disadari, itu terbukti dari pasien World Dream,” ungkap Terawan.

Oleh karena itu, mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini meminta masyarakat untuk tenang. Karena tidak semua orang yang memang berhubungan langsung dengan pasien terdampak virus korona bisa dengan mudahnya terjangkit. “Tapi apa kenyataannya, 188 orang itu negatif semua, padahal ada kontak di situ. Artinya, tidak semua kontak akan jadi positif, tergantung kondisi badan kita,” tukas Terawan.

Saksikan video terkait virus korona berikut ini:

Video lainnya terkait virus korona:

(jwp)