Mahasiswa Ancam Lanjutkan Aksi Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

0
134
Demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di Istana Bogor.
Demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Penjelasan resmi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait UU Cipta Kerja, nampaknya belum membuat buruh, mahasiswa, dan masyarakat puas.

Bahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. Ancaman itu disampaikan karena perwakilan BEM SI kecewa dengan respons Presiden Joko Widodo.

Mahasiswa kecewa karena Jokowi lebih memilih kunjungan kerja dibandingkan menemui rakyat. Bahkan massa aksi dihadapkan dengan aparat kepolisian yang tak segan melakukan tindakan represif.

“Kami BEM SI menegaskan bahwa eskalasi gerakan yang akan dibangun tidak hanya terbatas kemarin saja, tapi narasi perjuangan penolakan akan terus kami gaungkan sampai UU Cipta Kerja dicabut,” kata Koordinator BEM SI Remy Hastian seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu (10/10).

Remy belum mau menyebut jadwal dan sekala aksi unjuk rasa lanjutan. Namun, ia memastikan tak akan menuruti imbauan Jokowi dengan menempuh jalur uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Dia menjelaskan aksi besar-besaran tak hanya memprotes materi dalam undang-undang. Namun, Remy menegaskan, rakyat bergerak karena ketidakbenaran

“Meminta rakyat untuk melakukan uji materi ke MK di tengah nyatanya penolakan dari berbagai elemen adalah sebuah bukti bahwa Presiden tidak mengakomodir kepentingan rakyat, melainkan hanya memuluskan kepentingan sebagian pihak yang diuntungkan oleh UU tersebut,” tandasnya.

Remy berkata mahasiswa dan elemen masyarakat lain meminta Jokowi segera mencabut undang-undang tersebut. Sebab, sikap rakyat sudah jelas tak menginginkan keberadaan undang-undang itu.

“Dengan adanya penolakan dengan dibuktikan adanya aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia, seharusnya Presiden mengambil sikap dengan membatalkan UU Cipta Kerja karena ia memiliki kewenangan besar dalam hal tersebut,” ujar Remy.(pin/ccn)