
Dampak ke Ekonomi RI
Kabar baik terkait vaksin Pfizer membawa sentimen positif bagi ekonomi dalam negeri. Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, kabar baik itu melengkapi sentimen positif yang muncul pasca kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS.
’’Penemuan efektivitas salah satu vaksin Pfizer menimbulkan sentimen positif di seluruh dunia. Lalu, hasil pemilu AS juga diharapkan bisa memberi sentimen positif,” ujarnya melalui video conference kemarin (10/11).
Dia berharap perkembangan vaksin tersebut bisa membawa kepercayaan bagi pemulihan ekonomi ke depan. Namun, dia juga tetap mengimbau seluruh pihak agar mewaspadai gelombang kedua Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan.
’’Ini tentu menimbulkan kompleksitas dari sisi policy-nya karena masyarakat sudah cukup lelah, ekonomi mengalami tekanan. Dengan begitu, pada saat mereka harus menghadapi second wave, kemampuan dan endurance-nya untuk menangani Covid akan sangat berbeda,” urai mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.
Sementara itu, uji klinis calon vaksin Covid-19 dari Sinovac di Bandung masih berlangsung. Uji klinis itu kerja sama antara Bio Farma dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Penyuntikan pertama sudah mencakup seluruh relawan. Dilanjutkan suntikan kedua. ”Sekarang semua subjek penelitian sudah selesai disuntik,” tutur Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Prof Kusnandi kemarin (10/11).
Hasilnya, menurut dia, tak ada yang mengkhawatirkan. Sebanyak 1.620 relawan yang menjadi subjek penelitian akan dipantau sampai enam bulan ke depan. Caranya dengan mengambil darah setelah disuntik. Pemantauan lanjutan dilakukan pada tiga bulan dan enam bulan setelah disuntik dengan metode yang sama.
”Maksudnya untuk mengevaluasi antibodinya,” ucapnya. ”Nanti dibandingkan antara yang diberi vaksin dan plasebo,” lanjut Kusnandi. Hal itu dilakukan untuk melihat keamanan dan efek vaksin. Laporan ini nantinya dibawa ke internasional dan digabung dengan negara lain.
Terkait dengan Brasil yang menghentikan uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac, Kusnandi enggan berpendapat. Sebab, dia belum mempelajarinya. ”Baru muncul beritanya hari ini (kemarin, Red),” tuturnya.(jpc)


