Takut Tertular Covid-19, Masyarakat Enggan Berobat ke RSUD

0
125
Penyakit-Aneh
Nurhalimah saat merawat bayinya di RSUD Cibinong.
Penyakit-Aneh
Warga saat mendapatkan pelayanan medis di RSUD Cibinong.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Banyak masyarakat yang enggan dan takut berobat ke rumah sakit (RS) selama Pandemi Covid-19. Bahkan, masyarakat ketakutan walau sekadar memeriksakan diri atau berobat ke RS. Kini, pihak RSUD Cibinong tengah berupaya untuk menggenjot pelayanan pasien umum agar kembali normal seperti semula.

Direktur Umum RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiarso mengakui, jumlah pasien umum selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Hal itu, tentu berbanding terbalik dengan pelayanan pasien dengan gejala Covid-19, yang justru meningkat tajam selama beberapa bulan terakhir.

Tak heran, pihak RSUD Cibinong mulai menggenjot kembali pelayanan untuk pasien umum. Wabah Covid-19 dianggapnya tak perlu menjadi momok bagi pasien lainnya. Salah satu alternatifnya, melalui deteksi dini melalui tes swab atau PCR terhadap pasien.

“Makanya kita sediakan alat PCR, untuk mendeteksi apakah pasien harus ditangani dengan prosedur Covid-19 atau tidak. Jadi, dokter juga bisa bekerja dengan tenang,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Kendati demikian, Wahyu optimis pelayanan umum akan segera membaik. Indikatornya bisa dilihat dari jumlah kasus Covid-19 yang semakin menurun di rumah sakit rujukan itu. Sebut Wahyu, jumlah pasien Covid-19 saat ini hanya berkisar 7-8 orang per hari. Itu sangat berbeda dengan awal-awal pandemi yang mendatangkan hingga 30-40 pasien per hari di IGD.

“Harapannya tidak bertambah banyak lagi (pasien Covid-19). Masyarakat perlu menjaga diri juga agar tidak tertular dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, hingga menghindari lokasi-lokasi keramaian,” pungkasnya.

Ia optimis, dengan kondisi pandemi yang akan membaik. Menurutnya, persentase pasien yang sembuh masih lebih banyak dibanding yang dinyatakan meninggal. Oleh karena itu, ia pun meminta masyarakat agar tak perlu takut berlebihan untuk berobat ke rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah juga menyebutkan RS-RS rujukan saat ini terbantu dengan hadirnya RS Darurat sebagai alternatif isolasi bagi pasien Covid-19.

Pemerintah kabupaten (pemkab) Bogor sengaja menyediakan gedung isolasi itu untuk mengatasi membeludaknya pasien di RS umum. Tentu saja, pasien dengan penyakit umum bisa leluasa berobat ke RS rujukan. (mam)