Tolak RUU-HIP, Mahasiswa se-Bogor Gelar Aksi Sidang Proglegnas Depan Istana Bogor

0
151
Aliansi Mahasiswa Bogor melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Istana Bogor, Selasa (7/7/2020).
Aliansi Mahasiswa se-Bogor saat menggelar aksi penolakan terhadap RUU HIP di depan Istana Bogor, Selasa (7/7/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Aliansi Mahasiswa Bogor menggelar aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Istana Bogor, Selasa (7/7/2020).

Aksi ini diikuti 15 organisasi se-Bogor Raya yaitu BEM Univ Nusa Bangsa, KAMMI Bogor, HMI Kota Bogor, HMI Kab. Bogor, IMM Bogor, BEM Univ Djuanda, BEM Univ. Pakuan, BEM STKIP Muhammadiyah, BEM AKA Bogor, BEM STAIM Al-Mukhlisin, BEM Binaniaga, Himpunan Mahasiswa Bogor Barat, HIMA STIE MBI, BEM STEI Tazkia dan Keluarga Mahasiswa Lewikaret.

Dalam aksnya, aliansi mahasiswa se-Bogor membuat gimik sidang DPR-RI untuk menolak dan mencabut RUU-HIP ini dari Prolegnas.

Seperti sidang biasanya yang mengahadirkan rekayasa-rekayasa dari pendukung yang pro dan kontra terhadap RUU-HIP ini.

Dalam perjalanannya, Mahasiswa dan Rakyat menolak RUU-HIP tersebut, terjadi perdebatan yang panjang dan pada akhirnya RUU-HIP di tolak dan cabut.

Aksi ini dilakukan di depan pintu 3 Istana Bogor, dengan diawali longmarch dari samping MCdonnel Djuanda menuju pintu 3 Istana Bogor pada pukul 14.00.

Dilanjut dengan orasi-orasi perwakilan dari organisasi yang tergabung pada aksi ini menyampaikan aspirasi untuk menjaga dan mengingatkan keutuhan persatuan bangsa Indonesia dengan tuntutan;

  1. Mendesak DPR RI mencabut RUU-HIP dari Prolegnas
  2. Mengutuk keras perpecahan keBhinekaan yang di timbulkan oleh adanya RUU-HIP
  3. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ke-Bhineka Tunggal Ikaan.

Wahyu hidayat Lubis selaku Juru bicara aksi menyampaikan bahwa pihaknya turun aksi hari ini sebagai bentuk penolakan terhadap RUU HIP.

“Karena RUU-HIP ini membuat Bangsa Indonesia yang sudah diikat oleh pita kebhinekaan retak kembali, sebab kita tetap sepakat menganyam Indonesia bersatu selama 75 tahun,” tuturnya.

Dalam orasinya Arisman, Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Bangsa, menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara sudah selesai dibahas tuntas oleh founding father bangsa pada 75 tahun kebelakang. “Dan sudah 75 tahun juga kita menjaganya, semuanya sudah selesai, sudah disepakati,” tegasnya.

Pancasila merupakan payung hukum dan landasan-landasan untuk bernegara serta berbangsa yang tertuang dalam nilai-nilai kelima sila. “Itu yang perlu kita jaga dan kita ajarkan kepada generasi-generasi yang akan mendatang,” pungkasnya.

Pancasila warisan bangsa, keutuhan nilai-nilai akan selalu mengahadirkan persatuan dan kesatuan kehidupan berbangsa ini. “Semua elemen kita kawal sampai tuntas hingga ditolak,” katanya.

Arisman berharap apa yang menjadi tuntutan Aliansi Mahasiswa Se-Bogor Raya bisa langsung terdengar oleh jajaran pemerintah Repuklik Indonesia. (*/ysp)