Ditolak Warga Sembilan Desa, BBWS Citarum Kesulitan Bangun Waduk Cibeet

0
198
Kondisi Sungai Cibeet, di Kampung Leuwi Anjing, Desa Cariu.
Kondisi Sungai Cibeet, di Kampung Leuwi Anjing, Desa Cariu.

CARIU-RADAR BOGOR, Rencana pembangunan Waduk Cibeet nampaknya akan sulit terealisasi. Musababnya, warga dari sembilan desa masih menolak rencana tersebut.

9 Desa Bakal Tenggelam, Waduk Cibeet Ditolak Warganya Sendiri

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bob Arthur Lombogia mengakui pembangunan Waduk Cibeet sampai saat ini masih terkendala lantaran adanya penolakan dari sejumlah desa terdampak di wilayah Kecamatan Cariu, Senin (2/3/2020).

“Memang kami terhambat oleh desa terdampak di sini. Saat itu kami lakukan sertifikasi desain, studi dan amdal,” katanya kepada wartawan saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tingkat Jawa Barat di Sentul, Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurutnya sampai saat ini pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Bupati Bogor terkait penolakan tersebut. “Kami akan jelaskan bahwa ibu bupati mengatakan ada masyarakat dan camat  di sini,” ungkapnya.

Bangun Waduk Cibeet, Ribuan Warga 9 Desa Bakal Direlokasi

Ia menjelaskan, waduk tersebut nantinya akan memberikan air baku di sekitar waduk 0,36 meter kubik perdetik, kemudian akan memberikan air irigasi dengan luas 1175 hektar untuk Kabupaten Bogor.

Selain itu, ia menyebutkan, untuk kapasitas tampungan dari waduk ini kurang lebih 63 juta kubik dengan luas genangan kurang lebih 1040 hektar.

“Ini skema. Jadi Waduk Cibeet ini akan digunakan juga sebetulnya untuk kebutuhan masyarakat di Bogor,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, pihaknya masih ingin meninjau ulang design bendungan tersebut. Sehingga setelah ditinjau betul design tersebut, sambungnya, maka akan dianggarkan di 2020 ini.

“Review detil design. Tahapan ini harus terpenuhi dalam membangun sebuah bendungan,” imbuhnya.

Dirinya juga memohon agar Bupati Bogor dapat membantu memebrikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar pembangunan waduk terkait pemanfaatan waduk itu sendiri. Sehingga pengurusan amdal tidak melulu terhambat.

“Kami kekurangan itu, sehingga dalam proses pengurusan Amdal ini terhambat di situ salah satu. Jadi mohon bantuan ibu bupati,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Kutamekar, Uteng mengatakan, seluruh warganya menolak pembangunan tersebut. “Intinya pembangunan ini jelas ditolak oleh warga Desa Kuta Mekar,” kata Uteng.

Uteng menjelaskan, penolakan bermula ketika 2018 sejumlah warga dikejutkan dengan adanya pematokan titik pembangunan waduk tanpa adanya sosialisasi dari pemerintah.

Dirinya mengaku pemerintah pusat atau kabupaten pun tak melakukan sosialisasi sebelumnya terkait pembangunan waduk tersebut.  “Gak ada sosialisasi tau-tau sudah dipatok aja di beberapa titik,” ujarnya.

Ia menyebutkan, akibatnya 3.434 penduduk Desa Kuta Mekar menolak pembangunan tersebut. Mereka beranggapai nantinya waduk ini akan menenggelamkan rumahnya. Belum lagi, sambungnya, teradapat situs yang telah dijaga bertahun-tahun di wilayahnya yakni Situs Leuwi Anjing. (rp1/c)