Gedung Dewan Digeruduk PKL Pedati-Lawang Seketeng, Tuntut Penundaan Relokasi

0
242
PKL-Pedati
Ratusan PKL Pedati-Lawang Seketeng saat menggeruduk gedung DPRD Kota Bogor, Senin (2/3/2020). Hendi/Radar Bogor
PKL-Pedati
Ratusan PKL Pedati-Lawang Seketeng saat menggeruduk gedung DPRD Kota Bogor, Senin (2/3/2020). Hendi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Lawang Seketeng dan Pedati kembali mendatangi gedung DPRD Kota Bogor, Senin (02/3/2020). M

ereka menuntut DPRD Kota Bogor dapat memfasilitasi penundaan relokasi, yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada 6 Maret mendatang.

Pantauan Radar Bogor, ratusan pedagang yang datang secara bergelombang mulai mengepung gedung DPRD Kota Bogor di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Mereka langsung berkumpul di pintu masuk gedung wakil rakyat tersebut.

Para pedagang juga membawa berbagai jenis sayur mayur, buah buahan dan ikan asin dalam aksi dukungan yang dijadwalkan rapat bersama antara pedagang dengan DPRD dan Pemkot Bogor.

Rapat bersama tersebut berlangsung cukup alot. Hasilnya, DPRD Kota Bogor membuat rekomendasi untuk Wali Kota Bogor, agar dapat menunda relokasi pedagang hingga Hari Raya Idul Fitri.

Usai melakukan pembahasan, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto langsung menghampiri ratusan pedagang yang menunggu keputusan rapat tersebut.

Menurutnya, DPRD tidak akan pernah meninggalkan dan menyia-nyiakan masyarakat, semua adalah masyarakat Kota Bogor yang harus diperhatikan.

“Gedung ini adalah gedung rakyat, pergunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat, dari hasil rapat, DPRD mengambil kesimpulan bahwa akan merekomendasikan kepada Pemkot Bogor untuk melakukan penundaan relokasi sampai Lebaran,” ujar politisi PKS itu.

Atang menyebut, penataan kota memang penting dan strategis, tetapi tetap harus memperhatikan kondusivitas sosial dan nasib kesejahteraan rakyatnya.

“Secara teknis sebenarnya penataan baru dilakukan dua bulan ke depan, berikan kesempatan kepada rakyat untuk berusaha,” katanya.

Dari hasil rekomendais dan mediasi, Komisi II sudah menyampaikan dan meminta untuk berkirim surat dan meminta kepada sekretetariat DPRD untuk menyiapkan surat yang dikirim langsung kepada Wali Kota Bogor. “Hari ini (kemarin,red) akan saya tandatangani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, M.Restu Kusuma juga mengatakan bahwa para unsur pimpinan dan seluruh anggota Komisi II DPRD Kota Bogor sepakat untuk menunda relokasi.

“Kami merasa belum ada komunikasi yang jelas, antara DPRD dengan pemkot. Sampai saya baru mengetahui ada rencana relokasi yang akan dilakukan 6 Maret. Pemkot belum ada komunikasi rencana itu, tidak jelas komunikasinya memang sejak awal,” cetusnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba mengatakan, kesimpulannya bahwa anggota dewan akan memberikan surat rekomendasi kepada wali kota.

“Kami dari tim di sini tentu akan menyampaikan ini kepada seluruh anggota tim termasuk wali kota dan wakil, di dalam tim akan kita bahas apa langkah kita selanjutnya. Saya tidak akan bicara mungkin atau tidak menunda relokasi, tapi kita tunggu bahasan selanjutnya dari tim, karena keputusan ada di dalam tim,” ucapnya.

Senada, Dirut PPPJ Muzakkir mengatakan, pihaknya akan melapor ke pimpinan hasil pertemuan di DPRD dan tetap berkomitmen mempersiapkan tempat bagi 696 PKL di 6 Maret.

“Kami menunggu hasil akhirnya nanti, tapi kami menyiapkan lahan dan PKL yang direlokasi nanti agar tertampung semua di Pasar Bogor,” tukasnya. (ded/cr4/c)