
“Ini memberikan bukti bahwa perusahaan ini memiliki jenjang karir yang baik. Dan tentu memiliki potensi kinerja baik. Sebab, dengan banyaknya kalangan internal yang mendaftar maka kualitas individu mereka pun mumpuni,” tutur Bima.
Tantangan terbesar Perumda Tirta Pakuan ke depannya, jelas Bima, masih terkait layanan keluhan pelanggan. Dan Bima akan membuat sejumlah pertanyaan terkait hal ini.
Bima menerangkan, jadi ketika fit and proper test nanti, mereka harus bisa menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana menyelesaikannya.
“Banyaknya calon internal memberikan nuansa baru untuk kepemimpinan direksi mendatang. Harapan saya direksi baru mampu menjawab itu. Kalau prestasi semua sudah tahu berbagai macam, dimana kami posisi tiga besar di Indonesia. Tapi kan pelanggan di lapangan bertanya-tanya kok air masih mati, tagihan mahal. Nah, itu harus dijawab oleh calon direksi,” tambahnya.
Perlu diketahui, tahapan UKK dilaksanakan pada 10-13 November. Mereka yang mumpuni bakal diumumkan pada 17 November. Lalu pada 23 November mendatang, enam besar nama calon direksi akan diserahkan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Deni Surya Senjaya berharap para calon suksesornya nanti, khususnya mereka yang berasal dari internal Tirta Pakuan, dapat menunjukan kualitasnya.


