
BOGOR-RADAR BOGOR, Ada yang berbeda dengan suksesi pengisian kursi Direksi Perumda Tirta Pakuan kali ini. Ya, jika dibandingkan dengan prosesi yang sama pada lima tahun lalu, terdapat lonjakan jumlah peserta seleksi. Terlebih, mayoritas peserta justru hadir dari kalangan internal. Pertanda apakah ini?
“Jika dicermati dengan mengacu sudut pandang sistematika karir, maka nampak jelas bahwa kondisi internal Perumda Tirta Pakuan saat ini sangatlah baik. Dan seharusnya ini dapat dijadikan acuan bagi BUMD lainnya,” papar Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana.
Saat ini terdapat sepuluh nama calon direksi yang telah lolos administrasi dan tengah menjalani tahap selanjutnya Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK).
Mereka yang berasal dari internal perusahaan di antaranya, Rino Indira Gustiawan, Ardani Yusuf, Dicky Budhy Purnama, Makmur Gunawan, Nazrul Zahar, Rinda Lilianti, Rivelino Rizky dan Sonny Hendarwan. Sedangkan dua pendaftar lainnya Aep Saefuloh dan R. Joko Sarjanoko merupakan pendaftar di luar manajemen Tirta Pakuan.
“Tata kelola perusahaan yang sudah dibangun dengan baik harus mampu dipertahankan. Dan seyogyanya Wali Kota haruslah memiliki banyak pertimbangan obyektif saat memutuskan siapakah yang layak menjabat jadi direksi Tirta Pakuan nanti,” beber politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Koordinator Komisi II DPRD Kota Bogor tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya pun berpendapat sama. Menurut Bima, munculnya dominasi kalangan internal pada tahapan pemilihan direksi telah membangun sebuah harapan besar.



