
BABAKANMADANG – RADAR BOGOR, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan pengentasan desa tertinggal akan diupayakan makskimal di tahun ini.
Hal itu ia sampaikan saat rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa tahun 2020 di Jawa Barat yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang, Senin (2/3/2020).
“12 bulan lagi tidak ada desa sangat tertinggal. Dari statistik BPS (Badan Pusat Statistik) terakhir, kita turun angka kemiskinan tercepat se Indonesia,’ kata Ridwan Kamil pada awak media usai rapat berlansung.
Meski, Emil -sapaan akrabnya tak menampik bahwa masih ada puluhan desa tertinggal. Apalagi di Kabupaten Bogor. Namun Emil berjanji bahwa upaya – upaya pengentasan desa tertinggal terus dilakukan maksimal.
“ Rumusan ini lah yang kira2 kita kebut dalam sisa waktu saya bekerja. Jabar itu provinsi yang pengentasan kemiskinannya paling cepat,” tegasnya.
Menurut Emil, banyak program – program desa yang diluncurkan Pemprov Jabar di tingkat desa. Namun Emil mengeluh, bahwa aspirasi desa yang masuk ke provinsi lebih sedikit dibanding wilayahnya yang luas.
Sehingga, anggaran desa habis untuk infrastruktur yang tak tuntas- tuntas. Sementara di provinsi lain, anggaran desa sudah dipakai untuk pemberdayaan ekonomi, sosial, dan yang lainnya. “Ada pertimbangan dari kementrian untuk faktor kepadatan penduduk itu jadi dasar kami ditambah jumlahnya, untuk bisa setara dengan daerah lain,” tukasnya.
Menyinggung soal anggaran, dana desa menjadi salah satu penyokong utama kemajuan desa. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya kemarin mengatakan dana desa yang merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Bapak Presiden semenjak menjabat pada tahun 2014 ingin membangun Indonesia dari pinggiran dan pedesaan, tujuannya untuk pemerataan pembangunan,” kata Tito.
Ia pun menambahkan, terpusatnya pembangunan di perkotaan membuat pemerintah menaruh perhatian secara khusus pada pembangunan di pedesaan. Selain pemerataan pembangunan, dana desa juga ditujukan untuk menekan angka urbanisasi dan pengangguran di desa.
“Salah satu konsep dari Bapak Presiden adalah membangun seluruh desa, dan jantung dari pembangunan itu adalah anggaran, sehingga Bapak Presiden sudah menggelontorkan anggaran sejak masa jabatan pertamanya hingga saat ini,” tambahnya. (dka/c)



