Perantau di Bogor Minim Bantuan, Sehari-hari Bertahan dengan Mie Instan

0
140
Ilustrasi-Bansos
Ilustrasi-Bansos
Ilustrasi-Bansos
Ilustrasi-Bansos

CISARUA-RADAR BOGOR, Nasib Perantau di Kabupaten Bogor masih kabur. Belum jelas. Hingga Selasa (5/5/2020) sejumlah perantau yang berada di Kabupaten Bogor belum menerima bansos Covid-19.

Seperti Sherly, perantau asal Sukabumi. Selama pandemi Covid-19 belum ada sekalipun bantuan. Wanita yang sudah merantau di Kawasan Puncak Cisarua itu kini bertahan dengan mie instan.

“Iya, belum ada bantuan nih. Pendataan juga belum. Udah dua minggu. Makan mie instan,” katanya kepada radarbogor.id Selasa (5/5/2020).

Meski demikian ia masih lebih beruntung, pasalnya ia tidak terkena PHK massal di tempatnya bekerja. “Iya masih keja, cuman kan hanya setengah gaji, soalnya hari kerjanya banyak libur,” akunya.

Hal serupa dikatakan oleh Ujang Supriyatna (25) perantau asal Garut yang berprofesi sebagai penjual cuanki keliling.

“Belum dapat bantuan. Makanya saya masih jualan cuanki. Walau sepi, tapi alhamdulilah ada sedikit buat nyambung hidup,” katanya kepada radarbogor.id.

Tidak jelasnya bansos Covid-19 bagi para perantau, tidak terlepas dari minimnya data perantau. Sehingga tak sedikit para perantau yang tak terjaring bansos Covid-19.

“Kita sulit (pendataan perantau, red),” ujar Camat Cisarua Deni Humaedi saat dikonfirmasi radarbogor.id Selasa (5/5/2020).

Selain itu, Deni menuturkan, banyak perantau yang sudah menetap di Kawasan Puncak Cisarua. “Iya karena sebagian besar sudah menetap,” tukasnya. (all)