
BOGOR-RADAR BOGOR, Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor membuat aksi kriminalitas meningkat.
Paling sering aksi pencurian. Hampir setiap hari terjadi pencurian. Baik pencurian kendaraan bermotor, bahan sembako, perampokan minimarket, hingga pencurian hasil kebun.
Seperti di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Anggota reskrim polsek tanjungsari, Brigadir RD Faizal Rez Respati menuturkan tindak kriminal paling sering dalam kurun waktu satu bulan terakhir adalah curanmor.
“Seminggu sebelum puasa itu hampir tiap hari. Kita masih lakukan perburuan bagi para pelaku curanmor di sini,” katanya kepada radarbogor.id, Selasa (5/5/2020).
Masih dari timur kabupaten Bogor. Tepatnya di Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor. Tindak kriminal modus pecah kaca. Tercatat, sudah dua kali terjadi aksi kriminal tersebut.
Hingga saat ini Polsek Cileungsi masih belum berhasil menangkap pelaku.
Bergeser ke wilayah Utara Kabupaten Bogor, di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur. Polsek Rancabungur mengamankan sebuah truk berisi sepeda motor yang diduga hasil curian.
Pun di wilayah Barat Kabupaten Bogor. Aksi curanmor terjadi siang bolong di Jalan Raya Dramaga. Saat ini polsek Dramaga Masih melakukan lidik terhadap pelaku curanmor yang terekam CCTV.
“Kita masih lakukan lidik,” kata Kapolsek Dramaga, AKP Sudarasono kepada radarbogor.id (5/5/2020).
Di wilayah Selatan Kabupaten Bogor juga terjadi aksi pencuriaan sebuah rumah di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Megamendung, AKP Budi Santoso menuturkan, aksi kriminal di wilayahnya mengalami peningkatan. Bahkan ia menduga, meningkatkanya kriminalitas tak lepas dari asimilasi narapidana.
“Situasi sekarang harus waspada. Masyarakat pada susah dan banyak narapidana yang dilepas karena corona. Ini juga faktor tingginya angka kriminalitas,” tukasnya. (all)



